SERANG, suarahimpunan.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Komisariat Universitas Banten Jaya (Unbaja) sangat menyesalkan sikap Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Wilayah Banten yang menjadi alat gebuk rakyat.
Dilansir dari BANPOS, Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Banten, Udin Saparudin, mengaku prihatin terhadap peristiwa yang terjadi di Kantor Gubernur Banten.
“Kita telah mengawal Banten dari awal hingga menjadi Provinsi maka para tokoh terpanggil atas permasalahan aksi oknum buruh ini, jangan ada pembiaran dan perlu menjaga kewibawaan pejabat negara, saya berharap aspirasi ini dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Formatur HMI MPO Komisariat Unbaja, Rifqi Fatahilah, mengatakan bahwa ia sangat menyayangkan pernyataan sikap yang dilayangkan oleh KAHMI Wilayah Banten.
“Kami menyesalkan dan sekaligus mengingatkan kepada segenap Alumni yang tergabung dalam KAHMI untuk tidak membawa institusi KAHMI menjadi alat untuk menggebuk rakyat (mendukung tindakan Gubernur Banten),” ujarnya.
Rifqi pun mengatakan bahwa HMI adalah organisasi yang independen, dan tidak seharusnya KAHMI menjadi alat gebuk bagi rakyat.