LUMAJANG, suarahimpunan.com – Peristiwa Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12) benar-benar menyisakan duka bagi penduduk setempat.
Pasalnya, warga yang tinggal di daerah lereng Gunung Semeru mengaku tidak mendapat peringatan apapun sebelum kejadian. Sehingga mereka hanya bisa diam dan pasrah ketika terjadi erupsi mendadak.
Namun mirisnya, pasca seminggu terjadi erupsi Gunung Semeru. Pengunjung berbondong-bondong mendatangi daerah lokasi erupsi, bukan untuk membantu melainkan untuk berswafoto.
Demi kebutuhan sosial media, mereka nekat memotret hingga mengambil video di area yang berbahaya itu.
Dilansir dari akun instagram @eksploregunung, Sabtu (11/12), nampak postingan video berisi area berbahaya bekas erupsi Gunung Semeru yang ramai dikunjungi. Mirisnya, area berbahaya tersebut justru dijadikan spot foto dan video oleh beberapa pengunjung.
Tak heran jika postingan instagram tersebut ramai dikomentari oleh warganet.
Mulai dari komentar yang menghakimi warga yang sibuk berswafoto, hingga warganet yang berkomentar dengan menyalahi petugas yang berwenang, karena ketidaktegasan dalam menegakkan peraturan.
“Istilah norak yg sebenarnya ya ini, tempat musibah, banyak org bersedih malah buat tempat selfie cuma buat tranding di medsos masing2 supaya diliat org.. Norak!!!,” tulis akun @leo_susanto3261
“Terlalu. Harusnya yg berwenang bikin aturan tegas saja. Ketahuan selfie2 di area bencana ditangkap, denda. Sdh saatnya kebiasaan buruk seperti itu dihentikan,” tulis komentar akun bernama @coffeelover9361
Rasanya memang benar tidak pantas, ketika beberapa orang berduka karena datangnya bencana alam yang tidak terduga. Namun beberapa orang justru asik berswafoto mengabadikan momen yang memakan korban jiwa ini.
(rrn)