Suarahimpunan.com – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Medan periode 2022-2023, dinilai gagal dalam menjalankan amanah kepengurusannya sejak dilantik pada bulan Agustus lalu.
Hal ini disampaikan langsung oleh jajaran pengurus komisariat dan lembaga pasca-melakukan konsolidasi Sekawasan Cabang Medan pada Rabu (2/11) lalu.
Ketua Umum HMI MPO Komisariat Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Abiel Mihzam, mengatakan bahwa problematika yang terjadi saat ini bermula dari Konferensi Cabang yang tidak sesuai dengan Konstitusi HMI.
“Berangkat dari hasil Konferensi HMI MPO Cabang Medan yang dinilai tidak patuh pada Konstitusi, sampai dengan hari ini Pengurus HMI MPO Cabang Medan juga tidak kunjung berbenah melainkan semakin parah,” ujarnya, Sabtu (5/10).
Abiel juga menuturkan bahwa sebelumnya kader HMI MPO Komisariat UMSU telah memperingatkan Pengurus Cabang agar lebih tertib administrasi sesuai konstitusi, namun imbauannya sampai saat ini belum dihiraukan.
“Tak hanya itu, sampai detik ini Pengurus Cabang atau bahkan Ketua Umum tidak melakukan upaya untuk merekonsiliasi komisariat sekawasan dengan Pengurus Cabang, seperti ingin membangun konflik yang berkepanjangan,” jelasnya.
Abiel juga mengungkap bahwa dalam SK Pengurus Cabang terdapat kejanggalan, disebabkan adanya Pengurus Cabang yang juga merupakan Pengurus di Organisasi Cipayung Komisariat lain. Ditambah Sekretaris Umum (Sekum) Cabang mengundurkan diri dari jajaran kepengurusan.
“Sudahlah pengurusnya cuman tujuh orang mengundurkan diri pulak lagi satu, ini himpunan apa paguyuban,” katanya.
“Tak hanya itu, kita telah melakukan konsolidasi antar-Komisariat Sekawasan Cabang Medan pada tanggal 2 November 2022, namun tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaan Ketua Umum, yang lebih parahnya lagi komunikasi pun tidak ada juga,” tambahnya.
Menurut pihaknya, Ketua Umum yang saat ini menjabat mendapat intervensi dari pihak lain.
“Sepertinya ada intervensi untuk menghalang-halangi yang dilakukan oleh Demisioner Ketua Umum sebelumnya dan salah satu Pengurus Badko Sumbagtera. Sehingga sampai menghilangkan diri Ketua Umum HMI MPO Cabang Medan,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Umum HMI MPO Komisariat Ulil Albab, Khairul Muslim, mengatakan bahwa dirinya sampai sejauh ini tidak pernah mengeluarkan atau menandatangani surat yang berkaitan dengan hasil Konfercab yang kemudian di SK-kan oleh PB HMI.
“Saya menduga adanya pemalsuan tandatangan yang dilakukan oleh panitia Konferensi dan Ketua Umum terpilih,” terangnya.
Khairul mengaku prihatin terhadap problematika yang sedang terjadi di HMI MPO Cabang Medan, sebab menurutnya banyak ruang yang dipersempit untuk menjalankan roda organisasi secara mandiri.
“Sebenarnya kader yang memiliki potensi itu banyak, namun mengapa sampai sejauh ini atau bahkan pengurusnya sendiri seperti kekurangan SDM? Berarti kan ruang untuk bersilahturahmi dan berpartisipasi dipersempit oleh senior maupun pengurus itu sendiri,” jelasnya.
Di samping itu, Ketua KOHATI Cabang Medan, Safrilla, menyampaikan bahwa HMI MPO Cabang Medan tidak serius dalam menjalankan amanah kepengurusannya.
“Ketidakseriusan cabang terlihat ketika ada upaya menghalang-halangi proses perkaderan, bahkan ada ucapan dari Demisioner Ketua Umum dan Ketua Umumnya itu sendiri yang saya rasa tidak layak untuk disampaikan namun kerap disampaikan,” jelasnya.
“Dari konsolidasi yang dilakukan Komisariat Sekawasan Cabang Medan menyimpulkan bahwa Cabang tidak serius menjalankan amanah melainkan hanya untuk kepentingan semata,” imbuhnya.
Safrilla pun mengatakan bahwa menurut pandangannya, secara kualitas Pengurus Cabang saat ini tidak ada yang unggul.
“Jika dilihat dari kacamata saya padahal Pengurus Cabang tidak ada yang unggul melainkan pada tumpul,” terangnya.
Pihaknya berharap, Pengurus Besar (PB) HMI MPO dapat memberikan perhatian khusus kepada HMI MPO Cabang Medan, agar konflik yang sedang terjadi tidak menganggu efektivitas kader dalam melakukan perkaderan dan perjuangan.
“PB HMI harus memberikan perhatian khusus terhadap HMI MPO Cabang Medan demi keberlangsungan maupun kemajuan HMI MPO Cabang Medan. Karena kita khawatir apabila hal ini tidak diperhatikan oleh PB HMI akan mengakibatkan lumpuhnya perkaderan dan perjuangan di tubuh HMI MPO Cabang Medan,” tandasnya. (RED).